Kenaikan indeks saham dibatasi profit taking bluechip.

Indeks saham Indonesia naik 0.1% ke level 3712.496 di sesi perdagangan pagi senin (4/04).  Para trader menyebutkan, kenaikan ini terjadi karena saham memperoleh dukungan dari saham komoditi dan perbankan. Tetapi kenaikan ini terbatasi oleh profit-taking saham-saham blue chip.

Aksi profit taking membatasi pergerakan naik indeks saham. Terpantau level resisten terdekat berada di posisi 3720.  Penguatan indeks saham sedikit terdorong dari sekstor pertambangan, Saham Bukit Asam naik 2,1% ke Rp. 22.400,-  dan Indo Tambangraya naik 2, 8% menjadi Rp. 49.450. Sementara dari sektor saham perbankan, kenaikan 0,7% diraih oleh Bank mandiri (Rp. 6.900,-) dan Bank Negara naik 0,6% ke Rp. 3.975,-.

Sementara saham yang melemah dan akhirnya membatasi penguatan indeks saham antara lain Astra Internasional yang turun 0,4% ke posisi Rp. 57,650,-. Saham Telkom turun 0,7% ke Rp. 7,250,- dan saham pertambangan Bumi juga turun 0,8% ke Rp.3.300,-

Indeks Saham : Saham Indonesia Turun 0.7%

Indeks saham Indonesia terpantau turun sebesar 0.7% pada hari selasa (29/03), indeks saham saat ini berada pada posisi 3576.119. Seiring melemahnya pasar Asia, saham Indonesia juga melemah dalam ketidakpastian situasi politik di Afrika Utara dan penanganan krisis nuklir Jepang.

Namun demikian indeks saham diprediksi dapat mencapai level support 3560.
Beberapa saham mengalami pelemahan diantaranya adalah:
– Saham perusahaan telekomunikasi terbesar, Telkom -0.7% menjadi Rp. 7.050,-
– Saham produsen kendaraan bermotor Astra -3.0% menjadi Rp. 55.200,-
– Saham produsen rokok Gudang Garam -2.0% menjadi Rp. 41.700,-

Dilepasnya saham yang berhubungan dengan konsumen berdampak pada terseretnya indeks saham utama, demikian juga masih tingginya harapan terjadinya koreksi sepanjang minggu ini.

Berita ekonomi dan analisa keuangan lebih lanjut akan menunjukkan apakah kondisi geopolitik internasional memberikan dampak besar bagi indek saham Indonesia.